MENGENAL SUKU YANG ADA DI SULAWESI TENGAH

MENGENAL SUKU YANG ADA DI SULAWESI TENGAH

1 . Suku Banggai 
merupakan suku yang mendiami hampir seluruh wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, dan sebagian wilayah Kabupaten Banggai.

Pendahulu suku Banggai berasal dari Banggai Laut yang dahulunya adalah bekas Kerajaan Banggai dan juga dari Banggai Kepulauan. Suku Banggai terbagi menjadi dua yaitu Suku Sea-sea yang tinggal di pegunungan dan suku Banggai yang tinggal di pesisir pantai.

Suku Banggai mempunyai kemiripan bahasa, budaya dan tradisi dengan Suku Saluan dan Suku Balantak yang mendiami Kabupaten Banggai. Hampir seluruh orang Banggai memeluk agama Islam. Pekerjaan suku Banggai biasanya sebagai petani, nelayan, pejabat pemerintahan, dan sebagainya

Berbagai macam adat serta kebudayaan dari suku Banggai sangat melekat dalam masyarakat yang memang sangat menarik, musik yang di antaranya; batongan, kanjar, libul dan lain sebagainya, juga ada tarian, yang termasuk Onsulen, Balatindak, Ridan. Cerita rakyat atau legenda yang sangat banyak yang di kenal dengan nama Banunut, lagu atau puisi yaitu Baode, Paupe. dan masih banyak lagi kesenian tradisional lainnya.

2. Suku Saluan 
Merupakan salah satu suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Jumlah masyarakat Saluan berdasarkan sensus penduduk 2016 lebih kurang 200.000 jiwa. Masyarakat asli Saluan adalah orang Loinang yang berarti orang gunung. Hal ini sesuai dengan tempat tinggal suku asli Saluan yang sebagian besar di daerah pegunungan.

Suku Saluan adalah suku besar di Kabupaten Banggai. Nama Saluan adalah salah satu dari ke tiga anak Raja yang memerintah dahulu kala, Saluan ini merupakan anak Bungsu sang Raja. Suku Saluan terbagi atas beberapa bagian yaitu Saluan Lingketeng, Saluan Loinang dan juga Saluan Obo. Yang membedakan dari ke tiga Suku ini adalah dialek bahasa yang sedikit berbeda, asal mula dari ke tiga saluan di atas pun berbeda. Saluan Lingketeng berasal dari pedalaman Kecamatan Pagimana, kemudian Saluan Loinang berasal dari pedalaman Simpang Kecamatan Simpang Raya sedangkan Saluan Obo berasal dari pedalaman perbatasan antara Kabupaten Banggai dan Kabupaten Tojo Una-Una.

3.Suku Balantak 
Merupakan suku bangsa yang mendiami Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia.
Masyarakat Balantak memiliki dua subsuku bangsa yang terdiri dari orang Tanoturan dan Dale-Dale.[1] Sebagian besar masyarakat Balantak di Banggai tinggal di bagian semenanjung ujung Sulawesi Tengah.Balantak berasal dari kata Bala yang berarti pagar atau benteng dan Tak yang artinya kita, sehingga Balantak dapat diartikan sebagai pertahanan kita.

Masyarakat Balantak juga punya bahasanya sendiri, yaitu Bahasa Balantak.[Adapun Bahasa Balantak dapat digolongkan ke dalam Bahasa Loinang, yaitu kelompok Bahasa Ingkar.

Masyarakat Balantak bertumpu pada sektor pertanian sebagai mata pencaharian utamanya. Kelompok ini menanam padi di lahan dengan sistem padang, bakar dan berpindah-pindah serta menanam ubi dan mengandalkan komoditas kelapa. Selain itu ada pula kegiatan meramu hasil hutan serta berburu ikan dan hewan liar sebagai pekerjaan di samping bertani.

Di Kabupaten Banggai, Suku Balantak tinggal dan mendiami daerah tersebut sebagai salah satu kelompok suku besar bersama dua suku bangsa lainnya, yaitu Suku Banggai dan Suku Saluan.

NB: Jika Ada Yang Belum Lengkap Silahkan Dilengkapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAYAK KAMANG KALBAR

BENTENG KRATON BUTON

FAKTA MENARIK DARI SUKU SUNDA