DAYAK TOBAG
DAYAK TOBAG
Asal muasal Urag Tobag, diyakini berasal dari Tebang Benua di Kec.Tayan Hilir, Kab Sanggau-Kalbar.
Dayak Tobag atau Urag Tobag terbagi menjadi 2 kelompok, Berdasarkan letak geografis permukiman/Tempat tinggal.
Karena perkembangan jaman yang menuntut Urag Tobag untuk bersosialisasi atau ada ekspansi penduduk yang dulunya nomaden atau berpindah-pindah. Hingga menyebabkan, menyebar nya beberapa kelompok Urag Tobag yang aslinya diwilayah Desa Tebang Benua, Kec.Tayan Hilir ke kawasan lain.
Berikut beberapa wilayah penyebaran Urag Tobag dikawasan Sekucing Labai(Dulunya mencakup wilayah Desa Sekucing Kualan, Labai Hilir, hingga Labai Jembatan sekarang di Kab.Ketapang), percampuran Dayak Tobag dan Desa. Beberapa yang bertahan di Purang dan Bagan Asam tetap berdiri sendiri sebagai kelompok Urag Tobag yang kemudian ahirnya menyatu dengan seiring Datangnya Dayak Mali dan campuran Dayak Kandayan dan Tobag dikawasan Sekucing Labai dahulu), Ramba Hulu, Kab.Kubu Raya(Ada percampuran Kandayan dan Tobag), Mpawah(Perbatasan Batang Tarang, ada percampuran Dayak Mali dan Tobag), hingga ke kawasan perbatasan Meliau Tayan.
Karena penyebaran tersebut maka ada pengelompokan berdasarkan letak daerah tempat tinggal. Untuk kelompok Urag Tobag yang tinggal diwilayah jauh ke dalam hutan atau pegunungan biasa disebut URAG DARAT dan untuk kelompok yang tinggal diwilayah das suatu sungai disebut URAG KAPUAS(diambil dari nama sungai Kapuas), walaupun tidak semua tinggal di das sungai kapuas tapi istilah Urag Kapuas disematkan untuk mereka(Urag Tobag) yang tinggal atau pernah mendiami wilayah das sungai.
Karena perbedaan letak geografis ini, sehingga menyebabkan kebiasaan kehidupan sehari-hari dari Urag Tobag yang biasanya Berladang/Be Uma menjadi menyesuaikan lingkungannya. Kebanyakan/rata-rata dari Urag Tobag yang tinggal di das sungai-sungai atau Urag Kapuas beradaptasi mata pencarian menjadi nelayan. Karena adaptasi tersebutlah ada perbedaan dari tata cara upacara adat syukuran tahunan yang biasa dikenal oleh Urag Tobag dengan sebutan Munjong.
Upacara Adat Munjong untuk Tobag Darat, merupakan upacara pesta panen padi yang biasanya diawali dengan acara BETENTENG(Acara memanggil semangat padi) dan dilanjutkan dengan Munjong ke Pedagi. Sementara Adat Munjong Tobag Kapuas, karena pergeseran kebiasaan menjadi nelayan serta ada percampuran budaya/budaya titipan, Adat Munjong Tobag Kapuas merupakan Adat Ngumpan Kampong/Memberi Makan Kampung, jika didaerah/kampung yang punya Pedagi/Araua tempat keramat, maka pusat adat tersebut akan diadakan ditempat tersebut. Jika tidak ada upacara syukuran/ngumpan kampong maka akan diadakan ritual "Ngampun" dirumah tetua kampung karena biasa letaknya berdekatan dengan sungai oleh sebab itu dibagi menjadi 2 untuk peletakan Anjak/Sesajen, yang pertama dibagi/diperuntukan untuk Urag Darat(Keramat didarat yang diletakkan didepan rumah) dan yang kedua dibagi/diperuntukan untuk Urag Laut(Keramat disungai(Hewan-hewan yang dianggap magis seperti Buaya, Ikan Tapah, Nabo, Kura-kura, dll) diletakkan dipinggir sungai dekat rumah tetua kampung) karena kebiasaan Tobag Kapuas yang begitu menghormati Buaya(oleh karena hormatnya, banyak Urag Tobag Kapuas tak berani memanggil hewan Buaya dengan sebutan "BUAYA", mereka biasa memanggilnya Ape'/Kakek karena diyakini sebagai jelmaan leluhur atau sebagai hewan magis). Maka dibeberapa wilayah Tobag Kapuas pada saat Munjong ada istilah Mpokat/memberi makan Buaya/Ape', agar Sang Buaya tidak mengganggu dan justru menjaga mereka.
Keterangan: Pengelompokan diatas hanya bersifat penyebutan saja untuk membedakan antara Tobag Darat dan Tobag Kapuas, sedangkan yang mempengaruhi perubahan kebiasaan lebih ke letak geografis dan sosialisasi Dayak Tobag dengan kelompok lain.
Hati-hati penyebutan nama antara #DAYAK_TOBAG dengan #BATAK_TOBA hanya mirip tipis dari segi namanya saja, jika Salah dalam penulisan atau pengucapan sedikit saja? itu bisa saja berakibat fatal. Oleh sebab itu? Beberapa orang luar atau bahkan banyak juga yang berpikiran kalau Dayak Tobag itu? ada kaitannya dengan suku Batak Toba di pulau Sumatra.
Semua itu adalah suatu kekeliruan. Sebab Dayak Tobag memang asli pribumi pulau Borneo , mereka Dayak asli dan tidak ada sama sekali kaitannya dengan suku Batak Toba yang ada di pulau Sumatra.
Sumber:
* Cerita Lisan dari Almarhum Pak Awang, Pak Lanus Tebang dan Pak Sami, Oma Bekam Mongo Bungkak(Munggu Bungkang, Kampong Baru).
Komentar
Posting Komentar