ORANG GAYO YANG MENDIRIKAN KERAJAAN ACEH
TERNYATA ORANG GAYO YANG MENDIRIKAN KERAJAAN ACEH
Marco Polo dalam catatannya menyebutkan bahwa pada tahun 1203, sebagian penduduk di Perla telah menjadi muslim. Sementara penduduk yang tidak mau menjadi muslim berpindah tempat tinggal ke sebuah kerajaan kecil di wilayah pedalaman yang dekat dengan laut berukuran kecil. Suku Gayo menyebut wilayah ini dengan nama "Lainggow" yang merupakan sebuah kerajaan dipimpin oleh raja dengan gelar Ghayo o Ghayo. Diperkirakan bahwa kerajaan inilah yang dimaksud dengan Kerajaan Linge. Laut kecil yang dimaksud dalam catatan ini ialah Danau Laut Tawar yang menjadi satu-satunya danau yang terletak di pedalaman Aceh yang dekat dengan wilayah Kecamatan Linge.
Kerajaan Linge diperkirakan mulai dirintis sejak abad ke-10 Masehi. Namun dari cerita rakyat mengenai "Negeri Rum" bahwa suku Gayo berasal dari wilayah pesisir Kabupaten Aceh Utara. Namun suku Gayo berpindah mengikuti sungai Peusangan hingga mencapai Dataran Tinggi Gayo. Melalui cerita rakyat, diyakini bahwa kesejahteraan penduduk dari suku Gayo di Kerajaan Linge baru dimulai sejak masa kekuasaan Meurah Adi Genali. Sehingga Meurah Adi Genali dianggap sebagai pendiri Kerajaan Linge di Dataran Tinggi Gayo. Nama Meurah Adi Genali banyak disebutkan dalam Kronika Gayo. Meurah Adi Genali merupakan ayah dari Sultan Johan Syah yang menjadi pendiri Kesultanan Aceh yang memerintah sejak tahun 1203 hingga 1234 M.
Komentar
Posting Komentar